Mana yang terbesar : IMAN atau “KASIH” ?

Posted On Maret 29, 2010

Filed under OPINI
Tag: , ,

Comments Dropped leave a response

Pertanyaan ini saya lontarkan kepada seorang teman, sekitar seminggu yang lalu untuk menanyakan pendapatnya melalui SMS, sebelum akhirnya saya mencatat ke dalam blog ini. Selang beberapa waktu teman tersebut menjawab : Kasih pak, sebab Allah itu kasih, menurut pak H, gimana ? saya jawab : Anda tidak dapat mengatakan Allah itu kasih kalau Anda tidak ber-iman, jadi menurut saya iman kemudian teman saya tersebut SMS lagi : sebenarnya iman dan kasih itu berbeda. Iman diperlukan selama kita hidup, ingat hukum yang pertama dan terutama : 1.kasihilah Tuhan Allah mu… dan 2.kasihilah sesamamu…. coba direnungkan lagi. Saya jawab ok nanti saya renungkan setelah itu saya SMS begini : memang kasih adalah yang terbesar di antara sembilan buah roh, tapi perlu di ingat bahwa iman bukan bagian dari buah roh tetapi roh baru bisa berbuah jika ada iman.

Akhirnya teman saya tersebut SMS sebuah ilustrasi : ok pak, ilustrasinya seperti ini : 1.seorang anak kehilangan “rasa percaya/iman” kepada ayahnya. 2.seorang anak kehilangan “kasih” kepada ayahnya. pilih mana ? saya jawab begini : sebagai seorang anak saya pilih no.1 artinya saya tetap mengasihi pada ayah yang tidak saya “percayai” , tetapi sebagai seorang ayah saya pilih no.2, saya akan sangat sedih jika anak saya tidak percaya sama saya ketika saya merasa benar, artinya bagi saya anak tidak mengasihi saya lebih mendingan di banding jika dia tidak percaya sama saya.

Saya melihat dari 2 sudut yang berbeda, di satu sisi saya melihat dari sudut pandang sebagai anak, di sisi lain saya melihat dari sudut pandang sebagai seorang ayah.

SMS kami berhenti sampai di sini, dan saya bisa menyimpulkan bahwa teman saya menekankan pentingnya kasih (kasih lebih besar dari iman), sementara saya menekankan pada pentingnya iman (iman lebih besar dari “kasih”).

Bagaimana pendapat anda?, mana yang anda prioritaskan jika dihadapkan pada pilihan iman atau kasih?,
sungguh sebuah pilihan yang sulit jika harus memilih salah satu. Keduanya merupakan kekuatan inti umat percaya dalam mengimplementasikan firman Tuhan ( Matius 22:40 ) dan merupakan 2 point terpenting dari kitab Perjanjian Lama khususnya 10 perintah Allah sampai kitab Perjanjian Baru menyangkut hukum yang terutama dan yang pertama, sehingga masing-masing gereja/aliran gereja memberikan penekanan yang berbeda.

Kita semua telah mengetahui bahwa ada 9 buah Roh : 1. Kasih 2.suka cita 3.damai sejahtera 4. kesabaran 5. kemurahan 6. kebaikan 7. kesetiaan 8. kelemahlembutan 9. penguasaan diri (Galatia 5:22-23). Saya sangat setuju jika dari 9 buah Roh tsb yang terbesar adalah Kasih, dengan catatan seluruh unsur Kasih itu terpenuhi.

Sebagai catatan bahwa Kasih itu sendiri masih terdiri dari banyak unsur yaitu : 1. sabar 2. murah hati 3. tidak cemburu 4. tidak memegahkan diri 5. tidak sombong 6. tidak melakukan yang tidak sopan 7. tidak mencari keuntungan diri sendiri 8. tidak pemarah 9. tidak menyimpan kesalahan orang lain 10. tidak bersukacita karena ketidakadilan. ( 1 Korintus 13:4-6 ). Bagaimana jika salah satu unsur tidak terpenuhi ? Apakah Kasih masih menjadi yang terbesar jika ia kehilangan satu saja unsur yang terkandung di dalamnya ? Sementara iman hanya terdiri dari satu elemen yaitu iman itu sendiri.

Yang menjadi menarik untuk di bahas adalah ketika Rasul Paulus membandingkan Iman, Pengharapan dan Kasih dengan menyatakan bahwa Kasihlah yang terbesar (1 Korintus 13:13), karena pada bagian lain di kitab 1 Petrus 1:3-12, yang juga mengupas tentang Pengharapan, Iman dan Kasih justru menitikberatkan pada Iman dengan menyatakan bahwa iman yang murni jauh lebih tinggi nilainya dari emas yang fana. Dalam hal ini Rasul Petrus tidak membandingkannya dengan kasih, tetapi iman dengan emas.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk mempertentangkan Iman dengan Kasih, namun sebagai sebuah bahan pembelajaran bagi setiap kita yang setia membaca firman Tuhan agar kita dapat mengimplementasikan kasih dan iman secara benar terutama di hadapan Tuhan.

Terlepas dari pandangan kami di atas maka yang perlu kita perhatikan adalah bahwa iblis sering menggunakan celah “kasih” untuk menjegal rencana Allah, tetapi jika iblis ingin mencobai atau menguji iman maka ia harus seijin Tuhan seperti yang terjadi pada Ayub. ( Ayub 1:12 ; Ayub 2:6 ) dan juga pada Abraham yang dicobai langsung oleh Tuhan sendiri ( Kejadian 22:1-2 ).

Bagaimana iblis menggunakan celah “kasih”, mari kita lihat buktinya :

Ketika Yesus di urapi oleh seorang perempuan dengan minyak narwastu murni yang mahal (Markus14:3-9 ; Matius 26:6-13 ; Yohanes 12:1-8 ), ada orang yang gusar dan berusaha mencegah hal itu terjadi sebab ada iblis yang menyusup di antara murid Yesus atas nama “kasih” seakan-akan dia mengasihi dengan mengatakan akan memberikan kepada orang-orang miskin jika minyak itu dijual, karena minyak itu dapat di jual seharga lebih dari 300 dinar. Konon nilai 300 dinar tsb setara degan gaji rata-rata selama setahun untuk ukuran saat itu daripada perempuan itu menuangkannya ke tubuh Yesus. Tetapi apa jawab Yesus? biarkanlah dia, karena perempuan ini telah melakukan sesuatu yang baik dan jangan engkau menyusahkan dia. Tuhan Yesus sudah tahu bahwa ada iblis yang menunggangi “kasih” itu.

Jika kita tidak menyadari hal itu, maka secara lahiriah kita mungkin akan berkomentar hal yang sama bahwa lebih baik minyak itu di jual untuk kemudian diberikan kepada orang-orang miskin daripada di tuangkan ke tubuh Yesus.

Peristiwa lainnya adalah ketika Tuhan Yesus secara terbuka menyatakan kepada murid-muridNya bahwa Ia harus menanggung banyak penderitaan, lalu di bunuh dan dibangkitkan pada hari yang ketiga.((Matius 16:21 ; Markus 8:31 ; Lukas 9:22 ).

Bagaimana respon murid-muridNya terhadap pernyataan Tuhan Yesus tersebut ?

Matius 16:22 : Tetapi Petrus menarik Yesus ke-samping dan menegor Dia, katanya : “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.”

Secara manusiawi sekali lagi mungkin kita akan “terjebak” lalu kita akan mengatakan tindakan Petrus adalah tindakan Kasih, sebab ia tidak menginginkan hal yang buruk terjadi pada diri Yesus. Tapi pandangan Tuhan berbeda dengan pandangan manusia sekalipun Petrus adalah seorang Rasul, ia telah disusupi iblis dengan mengatasnamakan “kasih”.

Apa jawab Yesus :

Matius 16:23 : Maka Yesus berpaling dan berkata : “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Masih banyak peristiwa lainnya yang tercatat dalam Alkitab, bahwa Iblis sering menunggangi “kasih” bahkan Yesus sendiri di cobai dengan iming-iming “kasih”. Kasus lainnya adalah ketika salah seorang murid Yesus, berkata : Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku. Untuk kesekian kalinya kita akan terkecoh, seakan-akan perbuatan itu menyenangkan hati Tuhan, bahwa sekalipun sudah meninggal, orang itu masih punya “kasih” kepada ayahnya padahal selama ayahnya masih hidup, mungkin saja ia sering mengecewakan ayahnya. Kita tidak tahu, kita hanya melihat tindakan terakhir yang menunjukkan bahwa orang ini sungguh punya “kasih” kepada ayahnya, padahal yang lebih penting adalah selama ayah kita masih hidup kita berbakti.

Tetapi Yesus berkata kepadanya : ” Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka. ( Matius 8:21-22 ).

Apa yang bisa kita komentari jika Rasul saja sulit untuk memahami kehendak Allah seperti kasus di atas, dimana kita melihat bahwa pandangan manusia sering berbeda dengan pandangan Allah.

Yang dapat menghalau “kasih” yang telah diintervensi oleh iblis hanya dengan iman yang benar. Jika ada iman yang benar maka tentu ada iman yang tidak benar, begitu pula jika ada kasih yang sejati tentu ada pula kasih yang tidak sejati.

Dalam hal kita bicara Iman yang benar dan Kasih yang sejati maka kita harus kembali ke firman Tuhan, dengan demikian kita dapat melihat bahwa Kasih dan Iman merupakan dua kekuatan inti, betapa Iman dan Kasih sesungguhnya saling melengkapi :

KEKUATAN IMAN :

1. Kita dibenarkan karna iman ( Roma 3:21-22; Roma 5:1 ; Galatia 3:1-14 ), bukan oleh kasih, kasih berbicara tentang perbuatan, jika melalui perbuatan kita dapat dibenarkan maka kita memiliki dasar untuk bermegah, tetapi tidak dihadapan Allah sebagaimana halnya Abraham ( Roma 4:2 ). Tetapi iman adalah suatu karunia dari Allah.
2. Iman melahirkan ketekunan ( Yakobus 1:3 )
3. Doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit….( Yakobus 5:15 )
4. Orang benar akan hidup oleh iman ( Ibrani 10:38 ; Habakuk 2:4 ; Roma 1:17 ; Galatia 3:11 )

KEKUATAN KASIH :

1. Allah itu Kasih ( 1 Yohanes 4:7-21 )
2. Kasih menutupi banyak sekali dosa ( 1 Petrus 4:8 ; Amsal 10:12 )
3. Kasih lebih besar dari Iman dan pengharapan ( 1 Korintus 13:13 )
4. Hukum yang terutama : 1. Kasihilah Tuhan Allahmu…..2. Kasihilah sesamamu manusia…..(Ulangan 6:5; Matius 22:37-39 ).

Yang menjadi penyeimbang antara dua kekuatan itu adalah bahwa Iman tanpa perbuatan adalah mati ( Yakobus 2:26 ). Lalu apa yang bisa anda bayangkan jika kasih di terapkan tanpa iman?

Pada akhirnya kesimpulan yang dapat di buat oleh penulis adalah Iman itu murni adanya karena bukan hasil usaha kita (efesus 2:8-9), sedangkan Kasih ada yang sejati ada pula kasih yang palsu karena hal itu menyangkut perbuatan, usaha atau pekerjaan kita atau bisa juga tanpa kita sadari “Kasih” kita telah disusupi oleh iblis sebagaimana yang terjadi pada beberapa contoh di atas.

Jadi, Kasih menjadi yang terbesar jika ia adalah Kasih yang murni dan sejati yaitu memenuhi ke 10 unsur yang tersebut di atas ( 1 Kor 13 : 4-6 ). Karena firman Allah tidak dapat dibatalkan ( Yoh 10:35 ). Jika satu saja unsur kasih tsb tidak terpenuhi maka Iman lah yang terbesar ( Yakobus 2:10 ). Maka dari itu judul tulisan di atas untuk iman tidak pakai tanda petik namun untuk “Kasih” ada tanda petik. Karena kasih dinyatakan melalui perbuatan kita, sedangkan iman adalah bukan akibat perbuatan kita, tetapi atas dasar kasih karunia Allah.

Sebagaimana pertanyaan Telor dulu atau ayam, maka kita harus bisa melihat konteksnya bahwa yang benar adalah Telor dulu, tetapi jika pertanyaannya adalah Ayam dulu atau telor, maka sesuai konteksnya adalah Ayam dulu.

Akhirnya jawaban yang paling bijak penulis peroleh dari seorang rekan yang lain beberapa hari kemudian, adalah bahwa kasih Kristus Yesus mengalahkan segalanya ( Yoh 15:13 ), dengan penekanan akhir : jangan bingung, percaya saja sama firman Tuhan.

(hjl)

NB :
Meskipun contoh kasus dalam penulisan beberapa artikel di blog ini sering menyinggung Rasul Petrus dengan konotasi yang terkesan menyudutkan atau “negatif”, sesungguhnya ia adalah rasul yang paling penulis kagumi. Ia memiliki karakter yang kuat dan khas, dialah yang menghunuskan pedang ke telinga hamba kepala pasukan yang hendak menangkap Yesus. Kita jangan hanya mengingat penyangkalannya kepada Yesus, tetapi juga melihat betapa dahsyatnya kuasa dan kasih Allah bekerja dalam dirinya setelah ia menyesali berbagai kesalahannya khususnya setelah kenaikan Yesus Kristus. Bagaimana Rasul Petrus dapat membangkitkan Dorkas yang sudah mati, menyembuhkan Eneas, menyembuhkan orang lumpuh dan bahkan bayangannya saja di yakini dapat menyembuhkan orang sakit, bagaimana nasib Ananias dan Safira dengan ucapan Petrus hingga harus meregang nyawa. Bagaimana dia di tolong dan di bebaskan Tuhan melalui malaikatNya pada waktu dipenjara meskipun di rantai dan ada berlapis-lapis penjagaan. Dan yang perlu di ingat lagi adalah bahwa dialah yang menerima mandat dari Tuhan Yesus Kristus setelah kebangkitanNya untuk menggembalakan domba-dombaNya. Itulah Alkitab yang berisi Firman Tuhan yang hidup, tercatat apa adanya tanpa ada yang di tutup-tutupi, yang putih maupun yang hitam, yang baik maupun yang buruk, agar kita dapat membedakan mana yang harus kita ikuti atau kita teladani dan mana yang tidak.

Tuhan Yesus memberkati.

Statement :

Dua duanya penting, hanya kasih Kristus Yesus mengalahkan segalanya, dengan kasih Tuhan bekerja dengan iman kita, iman itu tidak kelihatan, kalau kita ada kasih melakukan, iman kita terbentuk. 1 Korintus 13:1-3. GBU. (from : friend).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s