PENTINGNYA SEBUAH PENGAKUAN

Posted On Februari 13, 2010

Filed under Renungan

Comments Dropped leave a response

Iman adalah sebuah bentuk pengakuan, pengakuan terhadap apa yang diyakini. Pengakuan ini tidak dapat di ukur dengan pikiran dan pandangan mata karena bersifat supranatural dan tidak kelihatan, sehingga hanya bisa di ukur dengan hati dan perasaan seseorang, dengan kata lain yang lebih dominan dan dibutuhkan adalah indra ke enam.
Alkitab mengatakan Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat ( Ibrani 11:1 ).

Tuhan membutuhkan pengakuan kita, agar kita dapat dibenarkan dan diselamatkan (Roma 10:9-11). Hal yang sama terjadi pada Petrus, ketika Yesus ingin mendengar pengakuan dari para muridNya tentang siapakah Aku ini? ( Matius 16:15-17 ; Lukas 9:18-21 ; Markus 8:27-30). Tuhan Yesus tentu tahu isi hati seseorang, namun Ia tetap menginginkan ketegasan berupa pengakuan dari mulut karena hati hanya bisa percaya namun tidak bisa dipakai untuk mengaku. Pada kesempatan lain setelah kebangkitanNya Tuhan Yesus juga bertanya kepada Petrus ” apakah engkau mengasihi Aku ? ” sampai 3 kali ( Yoh 21:15-17 ). Kenyataan ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus sangat menginginkan sebuah ketegasan dalam pengakuan melalui mulut seseorang.

Seorang penjahat yang disalib di samping Yesus sebagai bukti bahwa dengan hanya sebuah pengakuan ia di selamatkan. Seandainya penjahat yang ikut di salib bersama dengan Yesus tidak mengutarakan dengan mulutnya bahwa Ia adalah Raja yang akan datang ( Lukas 23:42), mungkinkah Yesus menjamin keselamatannya ? (Lukas 23:43), bila penjahat tersebut hanya percaya dalam hatinya saja dengan tidak membuat sebuah pengakuan secara terbuka dengan mulutnya apakah Yesus akan menjawab dia ?

Keselamatan sering di anggap hanya sebagai sebuah tujuan akhir (menuju sorga) sehingga sebagian orang hanya berpegang pada Yohanes 14:6 dan Roma 10:9-10, padahal selama kita masih hidup di dunia ini kita membutuhkan keselamatan kesehatan, keselamatan berkat, keselamatan damai sejahtera dsb. Untuk mencapai semua itu firman Tuhan menuntut kita untuk membuat sebuah pengakuan yang ter-amat penting yaitu tentang tubuh dan darah Yesus ketika kita menerima perjamuan Kudus ( 1 Korintus 11:29 ). Roti yang telah di doakan harus di akui sebagai tubuh Tuhan Yesus dan anggur yang telah di doakan harus di akui sebagai darah Yesus, Itulah IMAN. Bagi sebagian orang hal itu di anggap sebagai sebuah kebodohan (1 Korintus 2:14 ). Betapa tidak, sebuah hal yang tidak rasional harus di ungkapkan dari mulut secara terbuka.

Pengakuan dapat menyelamatkan seseorang atau justru mencelakakan. Yang menyelamatkan tentunya yang sejalan dengan Firman Tuhan. Firman Tuhan mengingatkan kepada kita bahwa ada konsekuensi yang serius bila kita makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan ( 1 Kor 11:30 ). Tetapi jika kita mengakui tubuh Tuhan maka selain keselamatan kekal, kita juga memperoleh keselamatan kesehatan dan kekuatan dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Iman membutuhkan ketegasan akan sebuah pengakuan, pengakuan yang tidak berdasar pada pikiran, pengetahuan, rasio maupun logika manusia, karenanya tidak akan bisa diperdebatkan.

Yesus memberi contoh bila iman kita sebesar biji sesawi saja maka kita dapat memindahkan gunung ( Matius 17:20 ) adalah sebuah hal yang tidak rasional, akan tetapi itulah yang di namakan Iman, sebagaimana roti dan anggur yang di akui sebagai tubuh dan darah Yesus setelah ia di doakan.

Jika kita hanya ingin mencapai tujuan akhir semata ( masuk sorga ), maka kita tidak membutuhkan sebuah kitab yang tebal seperti Alkitab yang kita miliki sekarang, cukup dengan iman percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat. Alkitab menjadi tebal karena tidak hanya menempatkan sorga sebagai sasaran akhir, tetapi juga menuntun selama kita masih hidup di dunia, seperti Doa yang Tuhan Yesus ajarkan, agar kehidupan kita di bumi seperti di sorga (Matius 6:10).

Tetapi bila kita ingin diberkati di bumi, maka kitab 1 Kor 11:29 perlu dicermati kembali dengan memohon tuntunan Roh Kudus. Karena menyangkut sebuah pengakuan yang sakral dan menjadi bagian penting selain doa, pujian dan penyembahan kepada Tuhan.

Beranikah kita pada masa ini dalam setiap Perjamuan Kudus mengaku dengan mulut dengan suara yang lantang menyatakan suatu pengakuan bahwa setelah di doakan roti menjadi tubuh Yesus dan anggur adalah darah Yesus ?

Jikalau Tuhan dapat membuat keledai untuk berbicara kepada Bileam , tidak kah Roh Kudus yang adalah Allah juga dapat membentuk roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Yesus ? ( Bilangan 22:28 ).

(hjl)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s