Tuhan Yang Memerintahkan Berkat

Posted On Januari 1, 2009

Filed under Firman Tuhan
Tag:

Comments Dropped leave a response

Judul di atas adalah judul yang dibuat oleh saya (penulis), setelah G.I Samuel Joko mengatakan kepada saya bahwa ia sulit memberikan judul untuk khotbahnya.

Tahun 2008 telah kita lalui dan memasuki tahun 2009 yang oleh sebagian besar pengamat ekonomi dikatakan sebagai tahun yang berat, resesi ekonomi akan semakin dalam, ancaman PHK besar-besaran / massal juga di ramalkan bahkan sudah dan sedang terjadi akibat dari rencana penutupan sebagian besar pabrik padat karya. Krisis ini telah menjadi krisis global yang dimulai dari krisis finansial di Amerika dan menjalar ke berbagai belahan dunia, sebuah krisis yang sangat mengerikan bagi sebagian besar orang.

Bagaimana dengan umat Tuhan, bagaimana cara kita menyikapinya? Berikut ini adalah ulasan firman Tuhan yang disampaikan oleh hambaNya G.I Samuel pada khotbah penutupan tahun.

Ayat yang dikhotbahkan adalah kitab 1 Raja-Raja 17 : 7 – 16

Dimana di ayat sebelumnya dikatakan bahwa Allah memerintahkan Elia untuk berjalan ke timur dan bersembunyi di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.

Tetapi apa yang terjadi disana ?

ayat 7. Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu.

Ayat 7 ini menegaskan konsekwensi dari ayat 1 : Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab : “Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan.”

Dipertegas dalam kitab Yakobus 5:17 bahwa Doa tersebut sebagai sebuah Doa Elia yang sungguh-sungguh.

Sungai telah menjadi kering menggambarkan sebuah krisis sedang terjadi dan kehidupanpun terancam. Sebuah krisis yang jauh lebih mengerikan dari sekedar krisis finansial seperti yang terjadi saat ini karena ini menyangkut krisis pangan, sebuah masalah antara hidup dan mati.

Ayat 8 : Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia: 9″Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan.”

Bagaimana sosok si janda ini sehingga ia dipakai Tuhan sebagai alat untuk memberi Elia makan. Apakah ia tidak terkena dampak krisis ?

Ayat 10 : Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya:”Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum.” 11.Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti.” 12.Perempuan itu menjawab:” Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.”

Ayat 12 ini mempertajam ayat 1 yang di awali dengan kekeringan karena tidak ada hujan dan tidak ada embun di seluruh negeri. Bahwa semua orang terkena dampak dari krisis pangan termasuk si janda tadi, maka dikatakan sesudah itu semuanya akan berlalu, dan si janda dan anaknya akan mati, kematian sudah didepan mata karena cadangan pangan sudah tidak ada.

Ayat 13.Tetapi Elia berkata kepadanya:”Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kau buat bagimu dan bagi anakmu.

Ayat 14.Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel : Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.”

15. Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. 16.Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

Alkitab mencatat bahwa hujan tidak turun selama tiga tahun dan enam bulan ( Yakobus 5:17 ).

Firman Tuhan yang menjadi kesimpulan adalah :

1. Tuhan memerintahkan si janda untuk memberi makan Elia.
Pertolongan Tuhan tidak ada yang gagal, Tuhan tidak pernah kehabisan cara untuk menolong kita seberat apapun masalah yang kita hadapi ditahun 2009 ini. Si Janda memberi dari kekurangannya tetapi diberkati Tuhan tiada habisnya.

2. Tuhan menjamin hidup kita
Dalam keadaan apapun beserta Tuhan pasti ada jalan keluar, tantangan 2009 tidak menjadi ancaman ketika Tuhan campur tangan dalam hidup kita.

3. Jangan takut
Kita mendapati banyak kalimat ini dalam firman Tuhan. “Jangan takut” sebuah kalimat yang penuh makna dan menentramkan hati, karena ada jaminan kepastian dari Tuhan bagi umatNya yang terkasih.

Semoga firman Tuhan ini menjadi berkat bagi banyak orang. Tuhan memberkati….

(hjl)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s