IMAN PLUS

Posted On Maret 18, 2014

Filed under Renungan
Tag:

Comments Dropped leave a response

Beberapa waktu lalu saya mengangkat judul ini kepada teman-teman di forum diskusi Alkitab melalui grup bb, karna saya memandang Kasih yang terbesar dari Allah dengan mengorbankan Anak-Nya yang tunggal di atas kayu salib bukan akhir dari sebuah perjalanan Iman, melainkan baru merupakan babak awal, karena justru dengan kebangkitan dan kenaikan-Nya telah menjadi sebuah babak baru dalam mengikuti perkembangan-Nya yang penuh sampai Dia datang kembali untuk kedua kalinya.

Pengharapan dengan iman dalam darah-Nya dan penantian akan kedatangan-Nya yang kedua kali menjadi suatu masa yang harus di isi dengan perbuatan, sehingga iman menjadi sempurna ( Yak 2:22 )

Iman tanpa perbuatan adalah mati ( Yak 2:14-26 ), yang jadi pertanyaan adalah perbuatan apa ? Ternyata firman Tuhan telah merangkumnya bagi kita untuk memiliki IMAN PLUS.

Iman plus terambil dari kitab 2 Petrus 1:5-8.

Ayat tsb berbunyi demikian :

1:5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 1:6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 1:7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. 1:8 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Firman Tuhan ini sungguh tidak mudah, karna menuntut realisasi perbuatan atau tindakan iman, mengingat Iman itu bukan hasil usaha kita melainkan karena kasih karunia Allah ( Efesus 2:8) sehingga perbuatan iman menjadi sebuah kewajiban atau bagian yang harus kita kerjakan/lakukan

Dalam perikop di atas, kita diminta untuk dengan sungguh-sungguh menambahkan kepada iman kita :

1. Iman + Kebajikan:
2. Iman + Pengetahuan
3. Iman + Penguasaan diri
4. Iman + Ketekunan
5. Iman + Kesalehan
6. Iman + Kasih akan saudara2
7. Iman + Kasih akan semua orang

Dengan 7 perbuatan di tambah iman, menjadikan kita giat dan berhasil dalam pengenalan akan Yesus Kristus, Tuhan kita.

So…..Iman saja tidak cukup

( hjl )

BERSAMA MALAIKAT

Posted On Desember 26, 2012

Filed under Lagu Pujian/Penyembahan
Tag:

Comments Dropped leave a response

BUKAN MANUSIA CELAKA

Posted On Januari 29, 2012

Filed under Puisi
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Aku bukan manusia celaka
Ketika sebagian orang berkata
“ Celakalah kita “
Di atas mimbar-mimbar mereka

Ucapan yang mendakwa
Luar biasa – Dalam binasa
Tapi aku tidak termasuk di dalamnya
Sebab aku.. bukan manusia celaka

Bukankah telah datang ke dalam dunia
Anak manusia yang menyandang nama Allah
Yang telah memerdekakan kita serta..
Kepada barangsiapa yang percaya kepada-Nya

Bukankah telah tiba
Keselamatan dan kuasa
Bukankah telah dilemparkan ke bawah
Para pendakwa kita…..

Bukankah telah di kalahkan
Oleh darah Anak Domba
Dan oleh perkataan
Kesaksian mereka…

 

(HJL)

JANJIMU SEPERTI FAJAR – Franky Sihombing

Posted On Oktober 8, 2010

Filed under Lagu Pujian/Penyembahan

Comments Dropped leave a response

sumber : Youtube.com

ku Tak Dapat Jalan sendiri

Posted On Agustus 30, 2010

Filed under Lagu Pujian/Penyembahan

Comments Dropped leave a response

by : Victor Hutabarat

sumber : youtube.com

TUNTUTAN KESEMPURNAAN

Posted On Juli 28, 2010

Filed under Renungan

Comments Dropped one response

Kelas I : Percaya saja maka engkau akan selamat ( Kisah Para Rasul 16 : 31 )

Kelas II : Percaya saja tidak cukup, tetapi … engkau harus di baptis ( Kisah Para Rasul 16:33b ; Markus 16 : 16 )

Kelas III : Percaya dan di baptis saja tidak cukup, tetapi … engkau harus melayani Tuhan (Matius 20:28 ; Markus 10:45 ; 2 Timotius 4 : 1-8 ; Roma 12:11 )

Kelas IV : Percaya, di baptis dan melayani Tuhan saja tidak cukup, tetapi … engkau harus berbuah ( buah yang baik ). Yoh 15 : 16 b ; Matius 3:10 ; Matius 7:19 ; Lukas 3:9

Kelas V : Percaya, di baptis, melayani Tuhan dan berbuah ( buah yang baik ) saja tidak cukup, tetapi … engkau harus…ke:

Kelas VI : HIDUP DALAM KEKUDUSAN DAN HIDUP DALAM PERTOBATAN ( 1 Petrus 1 : 15-16 ; Imamat 11:44-45 ; Imamat 19:2 ; Matius 3:2 ; Matius 4:17 ; Markus 1:15 ).

( setelah melewati lompatan besar kepada hidup dalam kekudusan dan hidup dalam pertobatan, ternyata belum cukup juga, karena masih ada tuntutan di level berikutnya ….)

Kelas VII : Kata Yesus kepadanya : ” Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku.” ( Matius 19 : 21 )

Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga
adalah sempurna ( Matius 5 : 48 )

Dan inilah yang kami doakan, yaitu supaya kamu menjadi sempurna. ( 2 Kor 13:9b )

Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. ( 2 Kor 13:11a )

(hjl)

KASIHMU TIADA DUANYA

Posted On April 28, 2010

Filed under Lagu Pujian/Penyembahan

Comments Dropped leave a response

BELUM PERNAH ADA KASIH DI DUNIA
SANGGUP MENERIMA DIRIKU APA ADANYA
SELAIN KASIHMU YESUS

SUNGGUH TIADA LAGI KASIH SPERTI INI
SANGGUP MENGUBAHKAN HIDUPKU
MENJADI BARU SELAIN KASIHMU YESUS

REFF.

KAU KU KAGUMI DALAM HATI
KASIHMU TIADA DUANYA
SAMPAI KINI KU AKUI
KASIHMU TIADA DUANYA

KUKAGUMI DALAM HATI
KASIHMU TIADA DUANYA
SAMPAI KINI KU AKUI
KASIHMU TIADA DUANYA

sumber : Youtube

Nikita – BETAPA HATIKU

BETAPA HATIKU, BERTERIMA KASIH TUHAN
KAU MENGASIHIKU, KAU MEMILIKIKU
HANYA INI TUHAN PERSEMBAHANKU
SEGENAP HIDUPKU, JIWA DAN RAGAKU
SEBAB TAK KUMILIKI HARTA KEKAYAAN
YANG CUKUP BERARTI, TUK KUPERSEMBAHKAN

HANYA INI TUHAN PERMOHONANKU
TERIMALAH TUHAN PERSEMBAHANKU
PAKAILAH HIDUPKU SEBAGAI ALATMU, SEUMUR HIDUPKU

BETAPA HATIKU, BERTERIMA KASIH TUHAN
KAU MENGASIHIKU, KAU MEMILIKIKU
HANYA INI TUHAN PERSEMBAHANKU
SEGENAP HIDUPKU, JIWA DAN RAGA-KU
SEBAB TAK KUMILIKI HARTA KEKAYAAN
YANG CUKUP BERARTI, TUK KUPERSEMBAHKAN

HANYA INI TUHAN PERMOHONANKU
TERIMALAH TUHAN PERSEMBAHANKU
PAKAILAH HIDUPKU SEBAGAI ALAT-MU, SEUMUR HIDUPKU

sumber : Youtube.com

Mana yang terbesar : IMAN atau “KASIH” ?

Posted On Maret 29, 2010

Filed under OPINI
Tag: , ,

Comments Dropped leave a response

Pertanyaan ini saya lontarkan kepada seorang teman, sekitar seminggu yang lalu untuk menanyakan pendapatnya melalui SMS, sebelum akhirnya saya mencatat ke dalam blog ini. Selang beberapa waktu teman tersebut menjawab : Kasih pak, sebab Allah itu kasih, menurut pak H, gimana ? saya jawab : Anda tidak dapat mengatakan Allah itu kasih kalau Anda tidak ber-iman, jadi menurut saya iman kemudian teman saya tersebut SMS lagi : sebenarnya iman dan kasih itu berbeda. Iman diperlukan selama kita hidup, ingat hukum yang pertama dan terutama : 1.kasihilah Tuhan Allah mu… dan 2.kasihilah sesamamu…. coba direnungkan lagi. Saya jawab ok nanti saya renungkan setelah itu saya SMS begini : memang kasih adalah yang terbesar di antara sembilan buah roh, tapi perlu di ingat bahwa iman bukan bagian dari buah roh tetapi roh baru bisa berbuah jika ada iman.

Akhirnya teman saya tersebut SMS sebuah ilustrasi : ok pak, ilustrasinya seperti ini : 1.seorang anak kehilangan “rasa percaya/iman” kepada ayahnya. 2.seorang anak kehilangan “kasih” kepada ayahnya. pilih mana ? saya jawab begini : sebagai seorang anak saya pilih no.1 artinya saya tetap mengasihi pada ayah yang tidak saya “percayai” , tetapi sebagai seorang ayah saya pilih no.2, saya akan sangat sedih jika anak saya tidak percaya sama saya ketika saya merasa benar, artinya bagi saya anak tidak mengasihi saya lebih mendingan di banding jika dia tidak percaya sama saya.

Saya melihat dari 2 sudut yang berbeda, di satu sisi saya melihat dari sudut pandang sebagai anak, di sisi lain saya melihat dari sudut pandang sebagai seorang ayah.

SMS kami berhenti sampai di sini, dan saya bisa menyimpulkan bahwa teman saya menekankan pentingnya kasih (kasih lebih besar dari iman), sementara saya menekankan pada pentingnya iman (iman lebih besar dari “kasih”).

Bagaimana pendapat anda?, mana yang anda prioritaskan jika dihadapkan pada pilihan iman atau kasih?,
sungguh sebuah pilihan yang sulit jika harus memilih salah satu. Keduanya merupakan kekuatan inti umat percaya dalam mengimplementasikan firman Tuhan ( Matius 22:40 ) dan merupakan 2 point terpenting dari kitab Perjanjian Lama khususnya 10 perintah Allah sampai kitab Perjanjian Baru menyangkut hukum yang terutama dan yang pertama, sehingga masing-masing gereja/aliran gereja memberikan penekanan yang berbeda.

Kita semua telah mengetahui bahwa ada 9 buah Roh : 1. Kasih 2.suka cita 3.damai sejahtera 4. kesabaran 5. kemurahan 6. kebaikan 7. kesetiaan 8. kelemahlembutan 9. penguasaan diri (Galatia 5:22-23). Saya sangat setuju jika dari 9 buah Roh tsb yang terbesar adalah Kasih, dengan catatan seluruh unsur Kasih itu terpenuhi.

Sebagai catatan bahwa Kasih itu sendiri masih terdiri dari banyak unsur yaitu : 1. sabar 2. murah hati 3. tidak cemburu 4. tidak memegahkan diri 5. tidak sombong 6. tidak melakukan yang tidak sopan 7. tidak mencari keuntungan diri sendiri 8. tidak pemarah 9. tidak menyimpan kesalahan orang lain 10. tidak bersukacita karena ketidakadilan. ( 1 Korintus 13:4-6 ). Bagaimana jika salah satu unsur tidak terpenuhi ? Apakah Kasih masih menjadi yang terbesar jika ia kehilangan satu saja unsur yang terkandung di dalamnya ? Sementara iman hanya terdiri dari satu elemen yaitu iman itu sendiri.

Yang menjadi menarik untuk di bahas adalah ketika Rasul Paulus membandingkan Iman, Pengharapan dan Kasih dengan menyatakan bahwa Kasihlah yang terbesar (1 Korintus 13:13), karena pada bagian lain di kitab 1 Petrus 1:3-12, yang juga mengupas tentang Pengharapan, Iman dan Kasih justru menitikberatkan pada Iman dengan menyatakan bahwa iman yang murni jauh lebih tinggi nilainya dari emas yang fana. Dalam hal ini Rasul Petrus tidak membandingkannya dengan kasih, tetapi iman dengan emas.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk mempertentangkan Iman dengan Kasih, namun sebagai sebuah bahan pembelajaran bagi setiap kita yang setia membaca firman Tuhan agar kita dapat mengimplementasikan kasih dan iman secara benar terutama di hadapan Tuhan.

Terlepas dari pandangan kami di atas maka yang perlu kita perhatikan adalah bahwa iblis sering menggunakan celah “kasih” untuk menjegal rencana Allah, tetapi jika iblis ingin mencobai atau menguji iman maka ia harus seijin Tuhan seperti yang terjadi pada Ayub. ( Ayub 1:12 ; Ayub 2:6 ) dan juga pada Abraham yang dicobai langsung oleh Tuhan sendiri ( Kejadian 22:1-2 ).

Bagaimana iblis menggunakan celah “kasih”, mari kita lihat buktinya :

Ketika Yesus di urapi oleh seorang perempuan dengan minyak narwastu murni yang mahal (Markus14:3-9 ; Matius 26:6-13 ; Yohanes 12:1-8 ), ada orang yang gusar dan berusaha mencegah hal itu terjadi sebab ada iblis yang menyusup di antara murid Yesus atas nama “kasih” seakan-akan dia mengasihi dengan mengatakan akan memberikan kepada orang-orang miskin jika minyak itu dijual, karena minyak itu dapat di jual seharga lebih dari 300 dinar. Konon nilai 300 dinar tsb setara degan gaji rata-rata selama setahun untuk ukuran saat itu daripada perempuan itu menuangkannya ke tubuh Yesus. Tetapi apa jawab Yesus? biarkanlah dia, karena perempuan ini telah melakukan sesuatu yang baik dan jangan engkau menyusahkan dia. Tuhan Yesus sudah tahu bahwa ada iblis yang menunggangi “kasih” itu.

Jika kita tidak menyadari hal itu, maka secara lahiriah kita mungkin akan berkomentar hal yang sama bahwa lebih baik minyak itu di jual untuk kemudian diberikan kepada orang-orang miskin daripada di tuangkan ke tubuh Yesus.

Peristiwa lainnya adalah ketika Tuhan Yesus secara terbuka menyatakan kepada murid-muridNya bahwa Ia harus menanggung banyak penderitaan, lalu di bunuh dan dibangkitkan pada hari yang ketiga.((Matius 16:21 ; Markus 8:31 ; Lukas 9:22 ).

Bagaimana respon murid-muridNya terhadap pernyataan Tuhan Yesus tersebut ?

Matius 16:22 : Tetapi Petrus menarik Yesus ke-samping dan menegor Dia, katanya : “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.”

Secara manusiawi sekali lagi mungkin kita akan “terjebak” lalu kita akan mengatakan tindakan Petrus adalah tindakan Kasih, sebab ia tidak menginginkan hal yang buruk terjadi pada diri Yesus. Tapi pandangan Tuhan berbeda dengan pandangan manusia sekalipun Petrus adalah seorang Rasul, ia telah disusupi iblis dengan mengatasnamakan “kasih”.

Apa jawab Yesus :

Matius 16:23 : Maka Yesus berpaling dan berkata : “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Masih banyak peristiwa lainnya yang tercatat dalam Alkitab, bahwa Iblis sering menunggangi “kasih” bahkan Yesus sendiri di cobai dengan iming-iming “kasih”. Kasus lainnya adalah ketika salah seorang murid Yesus, berkata : Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku. Untuk kesekian kalinya kita akan terkecoh, seakan-akan perbuatan itu menyenangkan hati Tuhan, bahwa sekalipun sudah meninggal, orang itu masih punya “kasih” kepada ayahnya padahal selama ayahnya masih hidup, mungkin saja ia sering mengecewakan ayahnya. Kita tidak tahu, kita hanya melihat tindakan terakhir yang menunjukkan bahwa orang ini sungguh punya “kasih” kepada ayahnya, padahal yang lebih penting adalah selama ayah kita masih hidup kita berbakti.

Tetapi Yesus berkata kepadanya : ” Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka. ( Matius 8:21-22 ).

Apa yang bisa kita komentari jika Rasul saja sulit untuk memahami kehendak Allah seperti kasus di atas, dimana kita melihat bahwa pandangan manusia sering berbeda dengan pandangan Allah.

Yang dapat menghalau “kasih” yang telah diintervensi oleh iblis hanya dengan iman yang benar. Jika ada iman yang benar maka tentu ada iman yang tidak benar, begitu pula jika ada kasih yang sejati tentu ada pula kasih yang tidak sejati.

Dalam hal kita bicara Iman yang benar dan Kasih yang sejati maka kita harus kembali ke firman Tuhan, dengan demikian kita dapat melihat bahwa Kasih dan Iman merupakan dua kekuatan inti, betapa Iman dan Kasih sesungguhnya saling melengkapi :

KEKUATAN IMAN :

1. Kita dibenarkan karna iman ( Roma 3:21-22; Roma 5:1 ; Galatia 3:1-14 ), bukan oleh kasih, kasih berbicara tentang perbuatan, jika melalui perbuatan kita dapat dibenarkan maka kita memiliki dasar untuk bermegah, tetapi tidak dihadapan Allah sebagaimana halnya Abraham ( Roma 4:2 ). Tetapi iman adalah suatu karunia dari Allah.
2. Iman melahirkan ketekunan ( Yakobus 1:3 )
3. Doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit….( Yakobus 5:15 )
4. Orang benar akan hidup oleh iman ( Ibrani 10:38 ; Habakuk 2:4 ; Roma 1:17 ; Galatia 3:11 )

KEKUATAN KASIH :

1. Allah itu Kasih ( 1 Yohanes 4:7-21 )
2. Kasih menutupi banyak sekali dosa ( 1 Petrus 4:8 ; Amsal 10:12 )
3. Kasih lebih besar dari Iman dan pengharapan ( 1 Korintus 13:13 )
4. Hukum yang terutama : 1. Kasihilah Tuhan Allahmu…..2. Kasihilah sesamamu manusia…..(Ulangan 6:5; Matius 22:37-39 ).

Yang menjadi penyeimbang antara dua kekuatan itu adalah bahwa Iman tanpa perbuatan adalah mati ( Yakobus 2:26 ). Lalu apa yang bisa anda bayangkan jika kasih di terapkan tanpa iman?

Pada akhirnya kesimpulan yang dapat di buat oleh penulis adalah Iman itu murni adanya karena bukan hasil usaha kita (efesus 2:8-9), sedangkan Kasih ada yang sejati ada pula kasih yang palsu karena hal itu menyangkut perbuatan, usaha atau pekerjaan kita atau bisa juga tanpa kita sadari “Kasih” kita telah disusupi oleh iblis sebagaimana yang terjadi pada beberapa contoh di atas.

Jadi, Kasih menjadi yang terbesar jika ia adalah Kasih yang murni dan sejati yaitu memenuhi ke 10 unsur yang tersebut di atas ( 1 Kor 13 : 4-6 ). Karena firman Allah tidak dapat dibatalkan ( Yoh 10:35 ). Jika satu saja unsur kasih tsb tidak terpenuhi maka Iman lah yang terbesar ( Yakobus 2:10 ). Maka dari itu judul tulisan di atas untuk iman tidak pakai tanda petik namun untuk “Kasih” ada tanda petik. Karena kasih dinyatakan melalui perbuatan kita, sedangkan iman adalah bukan akibat perbuatan kita, tetapi atas dasar kasih karunia Allah.

Sebagaimana pertanyaan Telor dulu atau ayam, maka kita harus bisa melihat konteksnya bahwa yang benar adalah Telor dulu, tetapi jika pertanyaannya adalah Ayam dulu atau telor, maka sesuai konteksnya adalah Ayam dulu.

Akhirnya jawaban yang paling bijak penulis peroleh dari seorang rekan yang lain beberapa hari kemudian, adalah bahwa kasih Kristus Yesus mengalahkan segalanya ( Yoh 15:13 ), dengan penekanan akhir : jangan bingung, percaya saja sama firman Tuhan.

(hjl)

NB :
Meskipun contoh kasus dalam penulisan beberapa artikel di blog ini sering menyinggung Rasul Petrus dengan konotasi yang terkesan menyudutkan atau “negatif”, sesungguhnya ia adalah rasul yang paling penulis kagumi. Ia memiliki karakter yang kuat dan khas, dialah yang menghunuskan pedang ke telinga hamba kepala pasukan yang hendak menangkap Yesus. Kita jangan hanya mengingat penyangkalannya kepada Yesus, tetapi juga melihat betapa dahsyatnya kuasa dan kasih Allah bekerja dalam dirinya setelah ia menyesali berbagai kesalahannya khususnya setelah kenaikan Yesus Kristus. Bagaimana Rasul Petrus dapat membangkitkan Dorkas yang sudah mati, menyembuhkan Eneas, menyembuhkan orang lumpuh dan bahkan bayangannya saja di yakini dapat menyembuhkan orang sakit, bagaimana nasib Ananias dan Safira dengan ucapan Petrus hingga harus meregang nyawa. Bagaimana dia di tolong dan di bebaskan Tuhan melalui malaikatNya pada waktu dipenjara meskipun di rantai dan ada berlapis-lapis penjagaan. Dan yang perlu di ingat lagi adalah bahwa dialah yang menerima mandat dari Tuhan Yesus Kristus setelah kebangkitanNya untuk menggembalakan domba-dombaNya. Itulah Alkitab yang berisi Firman Tuhan yang hidup, tercatat apa adanya tanpa ada yang di tutup-tutupi, yang putih maupun yang hitam, yang baik maupun yang buruk, agar kita dapat membedakan mana yang harus kita ikuti atau kita teladani dan mana yang tidak.

Tuhan Yesus memberkati.

Statement :

Dua duanya penting, hanya kasih Kristus Yesus mengalahkan segalanya, dengan kasih Tuhan bekerja dengan iman kita, iman itu tidak kelihatan, kalau kita ada kasih melakukan, iman kita terbentuk. 1 Korintus 13:1-3. GBU. (from : friend).

PENTINGNYA SEBUAH PENGAKUAN

Posted On Februari 13, 2010

Filed under Renungan

Comments Dropped leave a response

Iman adalah sebuah bentuk pengakuan, pengakuan terhadap apa yang diyakini. Pengakuan ini tidak dapat di ukur dengan pikiran dan pandangan mata karena bersifat supranatural dan tidak kelihatan, sehingga hanya bisa di ukur dengan hati dan perasaan seseorang, dengan kata lain yang lebih dominan dan dibutuhkan adalah indra ke enam.
Alkitab mengatakan Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat ( Ibrani 11:1 ).

Tuhan membutuhkan pengakuan kita, agar kita dapat dibenarkan dan diselamatkan (Roma 10:9-11). Hal yang sama terjadi pada Petrus, ketika Yesus ingin mendengar pengakuan dari para muridNya tentang siapakah Aku ini? ( Matius 16:15-17 ; Lukas 9:18-21 ; Markus 8:27-30). Tuhan Yesus tentu tahu isi hati seseorang, namun Ia tetap menginginkan ketegasan berupa pengakuan dari mulut karena hati hanya bisa percaya namun tidak bisa dipakai untuk mengaku. Pada kesempatan lain setelah kebangkitanNya Tuhan Yesus juga bertanya kepada Petrus ” apakah engkau mengasihi Aku ? ” sampai 3 kali ( Yoh 21:15-17 ). Kenyataan ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus sangat menginginkan sebuah ketegasan dalam pengakuan melalui mulut seseorang.

Seorang penjahat yang disalib di samping Yesus sebagai bukti bahwa dengan hanya sebuah pengakuan ia di selamatkan. Seandainya penjahat yang ikut di salib bersama dengan Yesus tidak mengutarakan dengan mulutnya bahwa Ia adalah Raja yang akan datang ( Lukas 23:42), mungkinkah Yesus menjamin keselamatannya ? (Lukas 23:43), bila penjahat tersebut hanya percaya dalam hatinya saja dengan tidak membuat sebuah pengakuan secara terbuka dengan mulutnya apakah Yesus akan menjawab dia ?

Keselamatan sering di anggap hanya sebagai sebuah tujuan akhir (menuju sorga) sehingga sebagian orang hanya berpegang pada Yohanes 14:6 dan Roma 10:9-10, padahal selama kita masih hidup di dunia ini kita membutuhkan keselamatan kesehatan, keselamatan berkat, keselamatan damai sejahtera dsb. Untuk mencapai semua itu firman Tuhan menuntut kita untuk membuat sebuah pengakuan yang ter-amat penting yaitu tentang tubuh dan darah Yesus ketika kita menerima perjamuan Kudus ( 1 Korintus 11:29 ). Roti yang telah di doakan harus di akui sebagai tubuh Tuhan Yesus dan anggur yang telah di doakan harus di akui sebagai darah Yesus, Itulah IMAN. Bagi sebagian orang hal itu di anggap sebagai sebuah kebodohan (1 Korintus 2:14 ). Betapa tidak, sebuah hal yang tidak rasional harus di ungkapkan dari mulut secara terbuka.

Pengakuan dapat menyelamatkan seseorang atau justru mencelakakan. Yang menyelamatkan tentunya yang sejalan dengan Firman Tuhan. Firman Tuhan mengingatkan kepada kita bahwa ada konsekuensi yang serius bila kita makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan ( 1 Kor 11:30 ). Tetapi jika kita mengakui tubuh Tuhan maka selain keselamatan kekal, kita juga memperoleh keselamatan kesehatan dan kekuatan dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Iman membutuhkan ketegasan akan sebuah pengakuan, pengakuan yang tidak berdasar pada pikiran, pengetahuan, rasio maupun logika manusia, karenanya tidak akan bisa diperdebatkan.

Yesus memberi contoh bila iman kita sebesar biji sesawi saja maka kita dapat memindahkan gunung ( Matius 17:20 ) adalah sebuah hal yang tidak rasional, akan tetapi itulah yang di namakan Iman, sebagaimana roti dan anggur yang di akui sebagai tubuh dan darah Yesus setelah ia di doakan.

Jika kita hanya ingin mencapai tujuan akhir semata ( masuk sorga ), maka kita tidak membutuhkan sebuah kitab yang tebal seperti Alkitab yang kita miliki sekarang, cukup dengan iman percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat. Alkitab menjadi tebal karena tidak hanya menempatkan sorga sebagai sasaran akhir, tetapi juga menuntun selama kita masih hidup di dunia, seperti Doa yang Tuhan Yesus ajarkan, agar kehidupan kita di bumi seperti di sorga (Matius 6:10).

Tetapi bila kita ingin diberkati di bumi, maka kitab 1 Kor 11:29 perlu dicermati kembali dengan memohon tuntunan Roh Kudus. Karena menyangkut sebuah pengakuan yang sakral dan menjadi bagian penting selain doa, pujian dan penyembahan kepada Tuhan.

Beranikah kita pada masa ini dalam setiap Perjamuan Kudus mengaku dengan mulut dengan suara yang lantang menyatakan suatu pengakuan bahwa setelah di doakan roti menjadi tubuh Yesus dan anggur adalah darah Yesus ?

Jikalau Tuhan dapat membuat keledai untuk berbicara kepada Bileam , tidak kah Roh Kudus yang adalah Allah juga dapat membentuk roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Yesus ? ( Bilangan 22:28 ).

(hjl)

Laman Berikutnya »